Home Is Where Your Heart Is

Home

I love dawn
I adore the morning dew
When the memory of you
keeps dancing in mind

Bukankah menakjubkan bahwa satu tempat atau satu hal lainnya bisa menjadi trigger bagi si otak mengeluarkan banyak kenangan peristiwa? Seperti halnya ketika kita menekan satu tombol di komputer, maka keluar semua cerita yang kita simpan di file. Bedanya, otak kita mampu menampung jauh lebih banyak memori.

Itu pula yang terjadi jika saya melihat foto ini. Foto halaman rumah di kampung halaman. Halaman yang dipenuhi rumput hijau, dengan 2 pohon mangga yang berdiri berdampingan. Pohon-pohon itu tumbuh dari tangan seorang lelaki istimewa di hati saya dan (pastinya) juga di hati kakak-kakak dan adik-adik saya. Walaupun Ayah sudah pergi (semoga Rabb memeluknya di surga) 17 tahun lalu, banyak kenangan tentangnya yang bisa berhamburan dari memori kami setiap kali melihat pohon ini.

Halaman ini juga menjadi tempat anak-anak dan cucu-cucu beliau mendirikan tenda dan memasang hammock di antara 2 pohon mangga. Ya, kami berkemah di halaman rumah. Hampir setiap kami pulang, Mama (semoga Rabb memeluknya di surga) selalu ‘menyiapkan’ halaman ini untuk kami. Bukan hanya tenda dan hammock yang kami pasang di halaman ini, tetapi kami juga sering menggelar tikar dan makan bersama dengan menggunakan daun pisang utuh sebagai alas makan. Kami menyebutnya ngaliwet. That picture makes me miss them so much.

Kerinduan akan kampung halaman selalu ada. Seiring berjalannya waktu, kerinduan itu bukan (hanya) pada tempat atau rumah, tetapi lebih pada semua aktivitas yang terjadi di rumah itu. Kami yang sudah biasa tinggal jauh dengan orangtua untuk kuliah atau bekerja, pulang ke rumah adalah saat yang ditunggu-tunggu. Pulang ke rumah seperti kembali menemui hati yang tertinggal ketika kami menimba ilmu atau bekerja di luar kota.

Rumah itu masih ada, halaman itu masih ditumbuhi rerumputan hijau. Tapi, tenda dan hammock sudah jarang terpasang di sana. Daun pisang utuh sebagai alas makan pun sudah jarang tergelar di sana. Namun, semua kenangan baik tentang penghuni rumah itu masih ada. Selalu ada.

Home is in my heart. Home is having you in a special place in my mind. I’ll be back when I’m ready. I’ll come home when there’s no tears drop everytime I remember you. Let me reminisce all the good memories with you.

Tidak ada yang lebih membuat nyaman selain berada di tempat yang kita sebut “home”. Semua cerita terjadi di sana. Saya pasti kembali. Sementara itu, biarlah “home” itu saya simpan di hati.

I love dawn
I adore the morning dew
All the memory of you is
something I want to keep in mind

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like