Segenggam Doa dan Asa untuk Ananda

Tulisan ini ada awalnya karena diminta Ketua Komite SD tempat anak saya bersekolah. Panitia perpisahan SD (kakak kelas Si Bungsu) akan mengadakan wisuda virtual. Seperti wisuda-wisuda sebelumnya, Ketua Komite Sekolah selalu diundang dan diminta memberikan sambutan.

Kali ini, dengan alasan kepraktisan dan wisudanya pun diadakan secara daring, Ketua Komite tidak akan memberikan sambutan. Sebagai gantinya, sebuah video pendek telah dibuat dengan narasi sajak yang dibacakan (bergantian) oleh tim inti Komite, dan tulisan berikut akhirnya tercipta. ☺️

Segenggam Doa dan Asa untuk Ananda
Oleh: Hera Budiman

Anak-anakku sayang,
tak terasa hari ini datang juga
masa putih merahmu telah usai
bersiap menyambut warna-warna baru kehidupanmu

Anak-anakku,
tahukah kalian, akhir satu langkah
adalah awal dari langkah berikutnya?
tersenyumlah menyambut episode baru hidupmu

Ya, kami tahu
tahun terakhir merah putihmu sangat istimewa
bersama teman hanya bertatap maya
teknologi menjadi perantara

Namun, tahukah kalian?
Rabb adalah Sang Perencana Kehidupan terbaik
Dia siapkan kalian,
jauh sebelum makhluk kecil bermahkota Dia kirim ke Bumi
karena kalian adalah para digital native
karena kalian adalah generasi adaptif
karena kalian adalah generasi Rabbani
karena kalian disiapkan untuk apa pun yang akan terjadi

Anak-anakku sayang,
bersiaplah untuk langkah berikutnya
busungkan dadamu dan katakan dengan penuh percaya diri
“Kami siap dengan tantangan baru,
karena kami membawa ilmu dari para guru”

Anak-anakku,
hari ini adalah harimu
masa ini adalah masamu
generasi cemerlang adalah generasimu

nasihat dan ilmu dari para guru akan membuat langkah semakin berkah
doa dan harapan orang tua akan membuat langkah kalian menjadi mudah

Anak-anakku sayang,
selamat menyambut warna-warna baru dalam hidup kalian
doa kami mengiringi setiap langkah kehidupan

Ingatlah,
selalu libatkan Rabb dalam setiap keputusan hidup
di bidang apa pun yang kelak kalian jalani

Anak-anakku sayang,
doa dan peluk kasih kami untuk kalian, generasi cemerlang.

Depok, 26 Juni 2021

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Longing

Longing (Hera Budiman) Longing for our chat when language doesn’t need words speaking in silence   mengeja rasa…
Read More

Biru

Biru (Hera Budiman) Bagaimana bisa aku lari darimu? Ujung temali itu erat kaupegang. Temali rindu yang mengikat hati…
Read More

Bilakah Usai?

Bilakah Usai? (Hera Budiman) Rindu ini merah muda kubiarkan hati mengalahkan logika Rindu ini biru ketika kaubawa separuh…
Read More

Serupa Hujan

Engkau serupa hujan, hujan yang tak mungkin kupeluk.  (Hera) Entah kapan aku mulai menyukai tetes-tetes lembutmu. Jatuhmu begitu…